Kamis, 15 Desember 2011

puisi 2011

Slamet Samsoerizal
SENJA DI KOTAKU

senja di kotaku baru tiba
seorang nenek menghindar pekatnya mendung
mengajak gerobak sampahnya melintasi macet

mata kami beradu pandang
ah- betapa hebat wanita renta yang kutaksir 50-an usianya
sambil berdendang ia tembangkan lara yang menghimpitnya
langit jingga mendadak redup dan angin mengusili pepohonan rindang
jutaan jarum membentuk rinai bergelimpangan

nenek itu
nenek itu
terus saja melaju
menembus waktu

*) Tebet, 10122011

Selasa, 12 Juli 2011

0,25+0,50 = 0, 75

apa yang mesti diperdebatkan 
ketika menjadi berdekatan?
cuma sunyi yang meniti
dan sepi yang menghampiri

Rabu, 15 September 2010

Permohonan
(bagi: y)

milyaran tangan yang menggapai
semoga cuma kita 
yang direstui-Nya
amin

(sepanjang Ramadan 1431 H)
 mudik

(1)
kunikmati cahayamu
yang selalu berbinar
kala redup
melanda

(2)
ratusan ribu kendaraan berbaur
berebut  cahaya
cuma aku
yang dapatkan


(3)
semangat para pemudik
melaju tak kenal waktu
bagai
cintaku padamu:
kampungku 
yang bercahaya


(4)
bulan bercahaya
mentari bersinar
aku milikmu
bumiku







 


 

Minggu, 05 September 2010

pondok hijau ungu

(1)

inilah yang kurindu:
gerbang menuju pintu utama
lurus kaku ditumbuhi rerumputan
sepuluh meter lagi membelok dua arah
membentuk konfigurasi huruf y
satu ke pintu utama
satu ke garasi
warna-warni mawar bermekaran
serombongan burung yang bertandang
selalu membuat sejuk hati
di pojok taman itu
ada saung tempat berdiskusi
bagaimana menulis puisi
puisi indah penuh makna

(2)
biarkan ragam kupu-kupu
menghampiri
baca puisi
di
pagi ini







                
y
KITA
mesti jadi juara
tiap kali ada sayembara
mimpi dan bukan mimpi
ialah fakta
yang wajib kita nyatakan
jangan sangsi!

Kamis, 02 September 2010

SLAMET SAMSOERIZAL

Hijau (1)

cuma mimpi
yang mampu bangkitkan diri
cuma permintaan kepada-Nya
yang harus dilakukan tanpa putus asa
cahayaku
mimpi dan memintalah tanpa lelah